Jumat, 08 Desember 2017

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan.


Rabu, 06 Desember 2017

Di Legian



Menyusuri trotoar Legian
Sepanjang jalan
Dari bar ke bar
musik berdentum hingga ke luar

Masa silam dan kini saling tindih
Berkelidan di mataku

Lihatlah,
kota yang pernah mati ini hidup kembali

Adakah yang mau mendengar kisahku
jika lampu-lampu lebih memikat daripada cerita sedih
Dan musik tak sedikitpun memberi jeda pada ingatanmu

Duka telah menuntunku kembali ke jantung kota ini
Di makam tak penghuni
nama-nama terpahat pada nisan
menjelmakan dirinya
menjadi jerit tangis
Kepulan asap
dan segala yang kulihat berwarna abu
Orang-orang berlarian lamban

Lilin di tanganku pun padam kemudian


(Bandung, 2017)

Selasa, 05 Desember 2017

Ombak

Kau mengutuki bebatuan
Sedang aku, tenggelam
dalam gemuruhmu
Di dadaku

Kau menyaksikan keheningan
Sedang aku nyaris karam
Oleh rasa getir
Oleh rahasia yang kutitipkan
Pada palung-palung laut
  
Aku tak ingin berharap
pada yang akan
dan takkan

Kau tetap pengelana laut
Sedang aku harus pulang pada pesisir

Sepotong kayu

Sepotong kayu kau lukai dengan paku. Di punggungnya kau tata aneka hidangan. Ia menyaksikan keserakahanmu. Sembari cemas berharap. Semoga ayam yang tengah kau lahap. Bukan karibnya di kebun dulu.
Beberapa kau jajar di muka rumah. Supaya jelas batas wilayah. Lalu kau  tidur nyenyak. Sementara rasa bersalah mengusiknya siang malam. Barangkali burung-burung sedang bingung mendapati rumahnya hilang.
Sepotong lagi kau pasung dekat pintu. Layu. Mendekap tubuh anak istrimu. Senyum kalian membuatnya kian luka. Diam-diam  diimpikannya. Pulang.
Bertemu lagi dengan daun dan akar


(Maret 2010)

Pada malam natal aku melihat santa clause

Pada malam natal
aku melihat santa clause
Ia keluar dari mesin percetakan dalam jumlah ribuan eksemplar
Wajahnya terpampang manis tanpa kumis
menawarkan produk alat cukur

Di lain hari kutemukan ia berjemur di aspal
Menyebar flayer-flayer bergambar menu natal
Aih, betapa perutnya yang buncit
cermin citarasa tiada tara

Kadang ia menjelma sepasang gupala
Parasnya ajaib mirip manekin
Menyapa langkah yang lalu
di depan pintu toko baju

Ho…ho...ho….
Santa Claus Santa Claus
Tawa berguguran  di pilar atrium
seperti salju dan lollipop   
Ribuan tubuh bermata keledai
menyepuh lowerground
Mereka penuhi  troli dengan mimpi kanak-kanak
dan pundi di perut Santa

Ho…ho...ho...
Santa Claus Santa Claus
Di pamflet tawanya menyergap mata
Baliho mengisi ruang-ruang tempurung kepala

Hey,
Aku melihat santa claus malang
terperangkap di ranting cemara
Itukah sebabnya
 Ia biarkan kosong
Kaus kaki yang kugantung
di hatiku?!


Rabu, 29 November 2017

A Happy Wife

     
 Memutuskan untuk berhenti kerja di tengah karier yang menjanjikan bukanlah hal mudah. Banyak juga yang menyayangkan kenapa harus berhenti. Bagiku, yang terpenting aku tahu apa yang benar-benar kuinginkan. Sejak menjadi ibu rumah tangga, aku jadi punya lebih banyak waktu untuk menekuni hobi menulis lagi, dan hobi-hobi yang lain. Menjalani hidup dengan passion waktu terasa cepat dan menyenangkan. Menikah bukan berarti mimpi kita berakhir. Justru ini awal dari mimpi-mimpi selanjutnya. Bukan melulu soal uang. Dan rejeki juga nggak selalu cuma didapat dari kantor. Menyambut suami pulang kerja dengan masakan bikinan sendiri, melihat suami makan dengan lahap, itu juga rejeki yang luar biasa. Hal yang mungkin nggak bisa selalu dilakukan jika aku tetap berkarier di luar.
Bagi seorang istri, keluarga harus jadi prioritas utama. Bukan sebaliknya. Kesuksesan istri bukan diukur dari seberapa hebat kariernya, tapi bagaimana suami dan anak-anak bisa sukses karenanya.

Useless Things ( Review dan Tips Berjualan di Carousell )

Belakangan ngerasa kamar aku makin sempit aja. Lemari yang tadinya cukup sekarang udah nggak bisa menampung baju-bajuku.  Akhirnya weekend kemarin aku sempetin buat beberes kosan. Ternyata banyak barang yang sebenernya udah rusak dan nggak aku butuhin lagi tapi masih numpuk aja di lemari. Dari sekian banyak itu juga nemuin barang-barang ajaib, yang aku sendiri sampe lupa kapan pernah membelinya.

       Berikut ini beberapa contoh barang ajaib yang aku punya lengkap dengan sejarahnya: