Kamis, 06 Desember 2012

Ardan, Secangkir Semangat Untuk Indonesia

Repot emang hidup tanpa bluetooth atau card reader, foto senarsis apapun jadi gak bisa terpampang di media. Untung aku bukan tipe orang narsis (tapi narsis beuuuud!!!!) Makanya, kemarin sempet uring2an waktu card readerku rusak. Alhasil foto-foto yg sebenernya q ambil beberapa bulan lalu baru bisa q posting hari ini. 
Kayak yang ini nih. Foto-foto di bawah ini kuambil saat Ardan lagi ngadain event di dago car free day dalam rangka hari sumpah pemuda. Ya intinya biar para pemuda indonesia bisa lebih bersatu dan bersemangat memajukan indonesia. 
Acaranya seru. Beberapa artis juga ikut tampil dalam acara ini. Salah satunya Jafunisun. Band yang satu ini emang unik banget! Mungkin sekilas orang bakal ngira lagu yang dibawakan adalah lagu Jepang. Secara, musik dan warna vokalnya Jepang banget! Tapi siapa sangka ternyata liriknya asli bahasa sunda. Tema yang diangkatpun sunda banget! Tengok aja judul-judulnya, yang paling hits "Tahu Sumedang", ada juga "Ti Soreang ka Kopo" (ini adalah nama dua daerah di Bandung). Please visit their video on youtube, n kamu bakal bilang wow sambil koprol! 

Jafunisu


Kalo ini aksi heboh para Crew Ardan yang nampilin dance parody gitu deh. Salut sama mereka yang slalu nggak mau kalah sama bintang tamu. Maksudku, tiap bikin event, crew ardan pasti ikut tampil juga, entah ngedance, nyanyi and of course MC. Gak ada matinya. Itu yang bikin aku jatuh cinta aja sama Ardan. :-p




Sabtu, 20 Oktober 2012

Animation of The Month (Horton, Despicable Me,Rio, The Princess and Frog


Meski berkecimpung di dunia animasi, jujur saya tidak terlalu suka nonton film animasi. Alasannya, saya sudah cukup nek melihat proses pembuatan animasi yang sangat menguras tenaga, jiwa maupun raga. Sampai-sampai, bukannya menikmati film animasi yang saya tonton, yang terpikir di benak saya justru pertanyaan-pertanyaan teknis seperti berapa banyak gambar yang harus dihasilkan untuk membuat gerakan itu? Atau.., pasti butuh waktu lama untuk mengerjakan bacground sampai sedetail itu. Semua itu mengingatkan saya pada proses yang saya lalui sendiri ketika mengerjakan film. Akhirnya yang tersisa hanyalah rasa jengah. 
Tapi belum lama ini, berkat bujukan  teman, dengan terpaksa sayapun menonton film animasi. Saya tertarik dengan cerita yang diangkat yang kabarnya merupakan adaptasi dari buku dongeng anak. Judulnya Horton. Berkisah tentang seekor gajah yang menemukan sebuah kehidupan pada sebutir debu. Tak ada yang mempercayainya bahkan banyak yang menganggapnya gila. Namun Horton tak peduli. Ia berusaha menyelamatkan mahluk-mahluk yang ada dalam sebutir debu tersebut dengan mencarikan tempat yang aman dan terlindungi.
Yang menarik bagi saya adalah ide yang diangkat. Saya tidak habis pikir, bagaimana bisa dalam sebutir debu  hidup ribuan makhluk yang tidak bisa saya bayangkan seberapa kecilnya.
Horton, Hears A Who!
Ide yang tak kalah unik berjudul Despicable Me. Adegan pertama dalam film ini langsung memikat hati saya. Seorang anak terjatuh diatas Piramida Mesir. Bukannya terluka, anak itu justru melambung tinggi ke udara. Ternyata piramida itu adalah piramida palsu yang terbuat dari balon plastik, sebab piramida yang asli telah dicuri. Tokoh utama dalam film ini memang seorang pencuri. Obsesi terbesarnya adalah mencuri bulan! Untuk itulah, ia berusaha mendapatkan alat pengecil untuk mengecilkan bulan. Berbagai cara ia lakukan untuk mencuri alat tersebut. Termasuk mengadopsi tiga orang anak. Ketiga orang anak itulah yang akhirnya merubah pandangan sang pencuri, mengenalkannya pada kasih sayang. Film ini banyak dibumbui adegan lucu dan menggemaskan. Ada juga karakter robot-robot kecil milik si pencuri. Meski karakternya sederhana namun penokohannya ‘dapet banget’! Kalau robot itu ada di dunia nyata, saya ingin sekali menggencetnya dengan kedua tangan saya karena mereka sangat menggemaskan.

Rabu, 10 Oktober 2012

Pelangi Jingga


Ini adalah karya novel pertama saya, yang saya tulis selama 3 tahun lebih (sempat vacum karena kesibukan di kampus) dan akhirnya dapat terbit tahun pada tahun 2010. Ilustrasi covernya saya buat sendiri. Dan... berikut ini sinopsisnya:
Jingga adalah seorang gadis manis berumur 17 tahun yang lucu, baik hati, dan periang. Ia punya begitu banyak teman yang menyayanginya. Di sekolah ia punya segudang prestasi dan selalu menjadi kebanggaan guru- guru dan orangtuanya. Mulai dari juara kelas, debat ini itu, sampai prestasi non akademis seperti modeling dan melukis. Diantara bakatnya yang lain melukis memang yang paling menonjol. Hidupnya nyaris sempurna, kelihatannya amat bahagia namun sebenarnya di hatinya menyimpan sebuah kesedihan yang amat mendalam.
Vincent, ia adalah sahabat karib di masa kecil Jingga, cinta pertamanya. Jingga dan Vincent harus terpisah karena Vincent harus pindah ke luar negeri. Sejak itulah Jingga selalu terobsesi untuk bertemu Vincent.

Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia Karena Aku Tak Lahir dari Batu


Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Desain Sampul : Eko Bayu Saputra
Tata Letak : Yayan Triyansyah
Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang
ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

Buku ini adalah  wujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang. 

Proses pengerjaan buku ini relatif cukup lama, dari proses  pengumpulan naskah se Nusantara, proses pengkurasian, hingga  proses percetakan dan lain – lain memakan waktu kurang lebih  dua tahun terhitung program dimulai pada bulan April 2010. Satrio Welang, penggagas program ini sempat dikagetkan dengan banyaknya jumlah karya yang masuk ke meja redaksi. “Saya tak menduga, begitu banyak yang antusias dan tertarik pada kegiatan ini,” ungkapnya penyair dan dramawan yang banyak berproses di Bali ini. Selama rentang waktu tersebut, redaksi telah menerima 356 puisi dari 356 penyair dari seluruh Indonesia.”

Selasa, 09 Oktober 2012

Good Bye My Love, Good Bye My Friends


Saya melewati satu tahun terakhir dengan suka cita bersama teman-teman saya yang luar biasa. Mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda. Di Bandung ini kami semua berkumpul, melewati hari-hari bersama, dan berjuang bersama untuk bisa segera menyelesaikan kuliah. Alhamdulilah, tahun ini kami semua bisa lulus dengan nilai yang baik. Kini, beberapa telah meninggalkan bandung dan memulai karier di kota lain. Untuk mengenang jasa-jasa mereka, saya mengajak anda sekalian untuk mengheningkan cipta sejenak. Setelah itu ijinkan saya mengenalkan satu persatu dari mereka:

Dari kiri: Ario, Diko, Fiki, Parlin, Vanny, Ayuk, Intan, Gusti, Saya, Totong

1.    Diko: Pemuda kelahiran Martapura yang fasih bahasa jawa lengkap dengan medhoknya ini hobby banget sama dangdutan. Diantara penghuni kontrakan yang lain, barangkali dialah kandidat terkuat untuk menjadi calon dimas diajeng 2013. Secara, kemampuan untuk bercapcipcusnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Begitu pula jiwa kepemimpinannya yang telah nampak sejak ia diangkat menjadi kepala suku pertama di kontrakan. Ditambah lagi hobinya yang suka berpose di depan kamera dan kemampuannya memanipulasi foto di photosop. (So, buat cewek-cewek, jangan keburu lumer, ya, melihat fotonya di FB karena bisa jadi foto itu hanya hasil rekayasa komputer yang mungkin jauh berbeda dari aslinya)

2.     Sanusi: Biasa dipanggil dengan nama gahul ‘Sen’. Lahir di Lombok, dan sangat bangga dengan ke’lombok’annya. Hal ini terbukti dari dongeng-dongeng yang dia ceritakan pada kami sebelum tidur, tentang masa kecil dan kampung halamannya. Aku jadi tau ada banyak keindahan di pulau kecil dekat Bali itu.
Kalau anda mengenal Sen, dan merasa memiliki dendam kesumat yang belum tersampaikan.  Saya punya tips sederhana yang dijamin bisa membuatnya menderita lahir batin. Beri saja dia makanan seperti sambal manis, teh manis, arumanis, karena dia paling anti dengan yang manis-manis. (Itu artinya dia anti juga terhadap saya)

3.      Totong: Ehem..., lulusan terbaik D4 animasi di ITB sekaligus di hati saya. Pembawaannya yang kalem dan hobinya menggambar mengingatkan saya pada tokoh Keenan di film Perahu Kertas. Sayangnya, dia sering membuat saya galau tengah malam karena kepergiannya yang misterius. Saya kadang jadi berpikir, jangan-jangan memang benar ia adalah Ben-10 yang sedang menyembunyikan identitas aslinya. Setidaknya itulah yang menjadi kepercayaan anak-anak di sekitar kontrakan ini. Ajaib memang, kok bisa ya, anak-anak itu bisa sangat dekat dengannya.
Oya, satu hal yang penting dan perlu saya sampaikan, bagi saya dia lebih ganteng dari Adipati Dolken!

Senin, 01 Oktober 2012

Berburu Baju Vintage di Pasar Cimol Gedebage


Hay girls., aku nemu tempat yang oke nih untuk berburu baju vintage. Namanya pasar Cimol Gedebage. Cimol disini artinya bukan aci dicemol, loh ya! Melainkan singkatan dari Cibadak Mall. Pasar ini khusus menjual baju-baju second. Atau istilah jogjanya awul-awul. Meski namanya demikian, bukan berarti baju di sini serba awul-awulan (tidak tertata). Aku cukup shock juga ketika tiba di sini. Tempat yang sebelumnya kupikir kumuh ternyata cukup rapi. Lantainya sudah dikeramik, atapnya pun permanen, bukan terpal. Jadi nggak usah takut debu, hujan dan becek. Sekilas lapak-lapaknya mengingatkanku pada pasar beringharjo, hanya bedanya baju yang dijual baju second. Disini kamu bisa belanja baju sepuasnya. Dan harganya dijamin murah. Bayangin.,dengan uang 100ribu aja,kamu bisa dapetin 5 helai baju,bisa lebih! Tapi ya,namanya baju second, jd harus teliti milihnya. Bukan tidak mungkin terdapat cacat seperti robek, kotor atau lepas kancingnya. Meski begitu, banyak juga baju yang masih bagus dengan harga yang murah. So, selain teliti juga musti telaten, soalnya banyak sekali baju yang di gantung saling berdesakan dengan jarak yang  luar biasa rapat. Uniknya dari sekian banyak baju, jarang ada yang sama. O iya, kamu juga harus jago nawar, kata temenku, para pedagang di situ membeli baju-baju second dalam karung dan dihitung secara kiloan. Baju dalam karung itu kemudian dipilih sendiri mana yang masih layak dijual atau tidak. Jadi meski baju yang mau dibeli itu keliatannya keren, jangan ragu untuk nawar karena mungkin harga aslinya sama saja dengan baju-baju yang nggak terlalu keren.
Setelah mendapatkan baju yang diinginkan, jangan keburu seneng dulu yaa.. trus kebiasaan, deh, nyobain tu baju di depan cermin. Ingat, kita nggak pernah tau apa yang ditinggalkan oleh pemilik baju sebelumnya. Siapa tau ada kuman, virus, kutu impor yang ikut nimbrung di baju kita. Jadi, biar aman, rendam dulu dengan air deterjen lalu dicuci bersih. Ada yang bilang pake air panas biar kumannya mati. Tapi kok aku masih nggak sreg, ya! Baju second tentu nggak akan seprima baju baru, takut luntur atau rusak serat kainnya nanti.  


Sweter dan Rok hasil buruanku, Chic, kan! 


Buru-buru pengen pake, ya. Kamu masih bisa permak lagi, loh. Tapi emang butuh keberanian untuk menjahit dan mengguntingnya. Kalo nggak berani, di pasar ini juga banyak menyediakan jasa permak, loh. Biasalah, baju-baju itu sebenernya dibuat untuk konsumsi luar negri. Badan mereka kan gedhe-gedhe, beda dengan postur orang Indonesia yang mungil. Sebelum permak, jangan lupa berdoa dulu dan liat referensi baju-baju yang lagi up date. Kamu bisa tambahkan pita, kancing or anything sehingga baju jadulmu kelihatan lebih unyu dan up to date.




Senin, 24 September 2012

Car Free Day, Realy... Realy Free Day!


Wahhh..., emang nggak ada ruginya deh bangun pagi. Apalagi hari Minggu. Soalnya setiap Minggu di Dago ada Car-Free-Day! Di sini masyarakat Bandung tumpah ruah melakukan aktivitas olahraga. Mulai dari joging, sepedaan, ngedance daaaannnn.... ngliatin cowok cakep lagi olahraga juga termasuk olah raga loh! Olah Raga mata. Seru deh pokoknya! Banyak yang bisa dilihat, atraksi cheerleaders, dance, nyanyi, bahkan flashmoob sudah nggak asing lagi di sini. Habis olahraga terus lapar? Tenang, makanan minuman ada sepajang jalan (bayar tapi, yak). Siapa yang nggak tergoda coba, yang menawarkan teteh-teteh geulis, seumuran kita. Kebanyakan malah mahasiswa loh! Sesuatu yang  jarang kulihat saat di Jogja. Mojang Bandung emang kreatif, euy!
Dan, kalo lagi beruntung bisa ketemu artis juga. Makanya, meski belum mandi, yang namanya tampil cantik n wangi tu wajib hukumnya. Soalnya mungkin banget, kita bisa berada di radius sangat dekat dengan artis itu. Bisa peluk, cium, bahkan jambak rambutnya (Asal mau trima resiko dituntut karena tindakan anarkis).  
Kayak yang satu ini, nih. Awalnya aq cuma denger suaranya aja dan sama sekali gak niat untuk nengok sedikit pun.
Trus Totong nyeletuk, “Itu kayak artis, Ti?!”
“Artis dari Hongkong? Orang suaranya fals gituh!” Mau nggak mau aku nengok demi memastikan cowok yang kulihat bukanlah artis.
Susah payah aku mengamatinya, ya, tau sendiri, mataku ini buram kalo ngliat yang jauh-jauh. Tapi emang Tuhan maha adil, untuk nglihat cowok cakep, penglihatanku langsung tajem.
“Niky Tirta!”
Aku langsung lari menembus kerumunan cewek-cewek yang lagi pada histeris. Ya, yang lagi nyanyi di depanku ini beneran Niky Tirta asli, buka KW-an. Tapi suaranya beda banget sama yang biasa kudengar di radio. Tapi yaa...., berhubung artis, ganteng pula, suaranya mau kayak apa, kek, semua jadi bisa dimaklumi.

Sudah hampir habis dua lagu, aku baru tersadar ada yang dari tadi kulupakan. Ketika kutengok, persis dibelakangku, Totong lagi pasang muka manyun, dengan kelopak mata setengah turun, dan pundak yang lunglai, mirip hantu!
“Yuk..yuukk..., pulang, yuk.” Aku berusaha menenangkan hatinya yang barangkali shock berat, berada di tengah histeria cewek-cewek, dan dia satu-satunya cowok di situ.
Kami pun pulang, hatiku riang. Mudah-mudahan minggu depan masih bisa jogging lagi (Modus terselubung adalah... ketemu artis lagi) 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ladang Tebu


Dari surau nan jauh
Sayup adzan luruh mengatupkan tubuh
Di atas hamparan tanah berjelaga
Mencari muasal lengking suara
Hilang gerisik dedaun tebu
Kawan angin bermain-main
Teman senja merumahkan beburung liar
Di lengannya yang lebam
Aku mulai paham bahasa sunyi
Tentang mimpi-mimpi buruk itu
Yang selalu menjelma diri
Seperti cakar
menembus celah belukar dan perdu rerumputan

Telah kubaca riwayat luka yang kau tulis
pada barisan pohon jati di atas bukit
sepenggal demi sepenggal nafas terhempas
tanpa sempat kau urai manis
yang kau rawat sepanjang musim

Kini aku mengerti
mengapa engkau selalu menghitung tiap detik pertemuan
daun rentamu tengadah
mengeja cinta dan nasib di lubuk langit  
sementara aku tak hirau, gagal membaca risau
Kutimbun malammu dengan cerita
betapa gigih aku belajar menjadi purnama
Sebab ingin kupersembahkan padamu
 gaun pengantin keperakkan
Yang akan kau kenakan
bila tiba pesta cahaya

Di pucuk malam
Kupoles altar dengan kilau
 aku menjemputmu
Namun getir merebak
Dingin menusuk
Aku tersirap melihat tubuhmu rebah
Di usung tandu, kian jauh
menuju tempat tanpa beralamat

Agustus 2010 

Hujan di Pucuk Malam


Sajak ini kutulis di antara gigil jemari digerogoti sepi
Ketika pucuk hujan menjelma taring
rakus mengoyak jantung
Aku menukar kenangan dengan tubuhku di cermin
nyata, jantung ini telah terburai
sisakan rongga pekat
sepeti langit
menelan warna
Di luar, air rebah bertubi-tubi
menghantam lorong ingatan
Sia-sia kusimpan bayang
 mengental di kedua bola mata
gamang kutatap
 laju kereta di stasiun kelabu
Aku tau tak ada tempat bagi sepotong surga
yang  kubangun sendiri dari tempias hujan dan tanah basah

Angin pecah di dada
Petir menguntit seperti maut
Kupungut detik-detik yang gugur dan mengering
Berharap lahir cerita
Yang belum tuntas
kau dongengkan
Malam begitu mencekam
Bayang-bayang bertingkah dalam benak
mengurai duka tak kunjung reda
Tangan biru memburu genggam
Aku terjaga
Gemetar
 meraba beku waktu
mencari detakku

2010



Euforia Hujan


Kak,
Hari ini aku datang
tanpa sempat memberitahu
Membuat repot jalan raya,
mendadak bingung mau berteduh ke mana
Genting gaduh, serupa perasaan
musti cepat mengemasi segala urusan
 Kupikir sekali waktu perlu pula, kutandaskan wajahku
di bukubuku anak sekolah
di seragam yang baru kemarin selesai dicuci
agar kelak mereka mengenangku
sebagai puisi

Kak,
Sekalipun nanti matahari akan marah
karena cahayanya kutebas hingga patah
Biarlah hari ini aku egois
Sebab rindu tak lagi terbendung
untuk sampai  padamu

(ngomongngomong lucu sekali,
sepanjang jalan kudengar orang menggunjing sengit
tentang langit salah musim
Sementara yang kujatuhkan adalah doadoa mereka
yang sempat menumpuk di ruang tunggu)

Kuingat bagaimana kau
mengusik debu kemarau yang lekat di jendela,
dengan goresan angkaangka kalender
Di sekat seberang kau bayangkan aku datang merapat
Dirimu yang lain berlari riang menangkap kenangan,
meski selalu tergelincir dari kedua tangan yang kau tengadahkan
Seperti itulah aku  ingin memulangkanmu
Dalam genangan, muara segala rindu

Namun, Kak
Diamdiam aku harus pergi
setelah mengirim ricik nakal di matamu
 Lalu tubuhmu rebah memucat,
Kutanggalkan jejak cinta pada lekuk jarijarimu

(Nopember 2009)

Surat Nawang Wulan


Telah kutemukan selendangku
di lumbung padi yang lama kehilangan
 bau periuk dan alu

Oh, aku lupa bagaimana cara terbang
Metropolitan mengajariku 
menghitung ketukan high hills
sehingga jelas
kapan waktu mengangkat pinggul
kapan boleh menoreh senyum 

Majalah trend mendikte   
warna baju hingga lipstik yang harus kupakai
 Sampai tak kukenal lagi diri
karna topeng di wajahku kian paten

Aku memuja dewi kecantikan
yang bersemayam dalam cermin
Kurapal mantra-mantra pengundang decak kagum
agar lelaki  bertekuk lutut
dan  nestapa tak lagi menguntit di antara lilit perut

Jaka Tarub telah durjana
mengungkap rahasia para dewa
Kini ia rasakan sendiri
bagaimana melerai nasib
menggantung hidup pada cerobong asap pabrik,
yang menjadikan kepala
serupa mesin-mesin penggerus nurani

Di persimpangan kami mantapkan langkah
demi menukar uang dengan angan
Meski tetap terlampau miskin
bagi kami membeli harga diri

Kepada anakku
yang selalu rindu bahasa ibu
Kutitipkan degup jantung

pada moleknya pendar rembulan di layar kaca
Beradu hiruk pikuk peristiwa
dan dentum lagu pop merajam tanpa jeda

Dengan gemerlap lampu-lampu
manusia amat lihai menyulap setiap malam menjadi purnama
Kami senantiasa berpesta atas kemenangan kami memenggal sepi
Berenang dalam genangan berahi
di bekas telaga
yang kini ditumbuhi beton-beton raksasa
  

Sungguh,
aku tak mau pulang
sebab di sinilah nirwana

( Mei 2010)

Rembang


Telah habis serbuk laras berkabar sukacita pada debu sebatang kara
Dan manis menemukan persemayaman terakhirnya
Hendak ada upacara turun tahta
Paman dikerahkan
Dia yang punya terik dan letih
Membabat bakal gula bukan miliknya

Pasukan merah putih kecil menyerbu medan laga
Tawar menawar perasaan
Menanam khianat di hati mungilnya
Batang tebu sujud sujud di kaki
Aduhai, tentu minta dibawa lari
Sabar mengharap lena pak tua telanjang dada
Kantung ilmu jadi diisi hasil mencuri
Rambut merah disengat jemari matahari
Pantat merah diupah emak
Namun bocah tetap kembali 
Tanpa lelah mengawal cakrawala mencari sudut bumi

Lalu tebutebu meneruskan perjalanan
Menjejaklah kami,
Kehidupan baru

Agustus 2009 

Jumat, 10 Agustus 2012

Kalau hujan reda


Capung yang melintas siang tadi
terhuyung murung
“Matahari basah kuyup lalu pingsan
setelah banjir menyapu negerinya!”
Pantas awan mengerak
air mulai berloncatan di kakiku
Ah, emak lupa angkat jemuran
Bapak tak pulang sejak pamit ke pulau seberang

Muka pintu berembun enggan terkatup
Telungkup mata di atas sepasang lutut
Air meriap di dada
Kalau hujan reda,
Aku ingin punya candikala
seperti gambar di kalender
kupinang serumpun alang-alang
bunga adalah altar
dan saksi bagi utusan langit yang datang bertandang
                               

Walet berwajah pucat berteduh di balkon tetangga
Di sudut laba-laba menggigil, memintal benang terakhir
Bibirnya berucap putus asa ” Bagaimana menyulam baju hangat?”
Sekeping logam dalam cawan kelelahan mengukur jalan
Atap kardus menyerah kalah di tengah pertikaian


Laron...laron
hati-hati bangun rumah
Cacing...cacing
Ini tanah sengketa
Katak...katak
Kasihan ya, tak punya sawah
Kupu,
Tunggu aku setelah hujan reda

Ranting, kaleng, tiang, puing kelebat berujud kelewang

Mak,
Aku berenang!
Gedung-gedung berjatuhan
seperti mainan yang kurobohkan kalau bosan!

(8 Desember 2009)

Sabtu, 02 Juni 2012

Warung Mistik

Berangkat dari rasa penasaran, seusai menghadiri pembukaan pameran 'Dongeng Sebelum Tidur' di Common Room. Aku dan teman-teman mendatangi salah satu warung makan yang letaknya di jalan Taman Sari. Itu semua tak lepas dari rekomendasi Sen yang telah mencoba beberapa hari sebelumnya. Gimana nggak kepengen, setiap orang yang ngobrol dengannya diceritakan tentang keunikan warung tersebut. Ia bercerita dengan wajah kepedesan dan muka kemerahan, seolah rasa sambal masih melekat di lidahnya.

Emang sih dari namanya aja udah terdengar unik, Warung Mistik. Tak hanya namanya, daftar menunya pun dibuat unik. Jika orang biasa menyebut menu dengan menu, disini menu ditulis dengan istilah-istilah yang lazim digunakan untuk praktek perdukunan seperti tumbal, pesugihan, dll. Belum lagi daftar menu yang ditampilkan seperti mie lahar merapi, merupakan mie yang dicampur kuah barbeque merah. Aku sendiri mencicipi menu mie yang dicampur dengan kuah blackpapper (aku lupa namanya). Perpaduan rempah, terutama merica dan rasa pedas manisnya kuat, kental dan menyatu. Di samping itu ada juga tambahan telur rebus, jagung manis dan sayuran sebagaimana kita sering menikmati beef steak. Semua itu disajikan dalam sebuah mangkung besar, (seperti mangkuk rammen) lengkap dengan sendok dan sumpit. Ow ya, ada tingkat kepedasan yang bisa dipilih loh. Mulai dari level 1 sampai level 5. Buat yang nggak doyan pedes, jangan sok-sok an ya pilih levelnya. Sekedar info, level 1 saja sudah cukup membuatku berkeringat dan perut panas. Untuk harga 9000 rupiah aja, cukup sesuai dengan porsinya yang besar dan rasanya yang enak. Nggak usah ragu dan khawatir, meski namanya mistik (mungkin singkatan dari mie yang dicampur saos steak) nggak ada maksud untuk syirik, makanan disini juga pastinya dijamin enak dan halal. So, tunggu apa lagi. Selamat mencoba!   

Dongeng (Teror) Sebelum Tidur

Wah, udah lewat tengah malam. Tapi meski capek, rasanya masih ngganjel kalo belum posting blog (Setelah sekian lama gk posting). This the truth saturday night! Padahal aq baru ngeh sorenya kalo kmrn tu hari sabtu. Cz seharian di depan Lappy, nulis artikel untuk tugas bikin tabloid. Aku pergi nonton pembukaan pameran S.E Dewanto di Common Room bareng temen2. Pameran lukisan itu ternyata tak semanis judulnya 'Dongeng Sebelum Tidur' yang menurutku lebih mirip sebuah teror atau semacam mimpi buruk. Ya, itulah kesan pertama yang kurasakan saat melihat deretan lukisan yang terpajang. Dominasi warna merah dan hitam begitu kental. Menggambarkan sisi gelap, kekerasan,penindasan dan ketakutan.
 
karya-karya S.E Dewanto ini menyadarkanku
bahwa ternyata ada banyak sekali kekerasan di sekitar kita
 

Senin, 14 Mei 2012

Euforia Ardanesia

Sabuga bertabur bintang dan aku beruntung menjadi salah satu saksinya. Ya, walaupun datengnya lumayan telat sih, tapi tetep terpuaskan dengan penampilan langsung yovie nuno, sammy simorangkir, smash, geisha, cherrybelle dan kahitna. Acara tersebut digelar dalam rangka ulangtahun radio ardan yang ke 22. Seru..!! Aku langsung ambil posisi paling depan. 4 jam berdiri dan berdesakkan jadi nggak kerasa. Ternyata emang beda, liat di tv sama nonton langsung. Puas deh pokoknya! Berikut beberapa gambar yang sempat kuabadikan meski cuma dengan kamera HP.  :-(

Penampilan Smash bikin cewek-cewek di sekitarku histeris. 

Rabu, 09 Mei 2012






Sutradara My Sister's Keeper : Nick Cassavetes
Diadaptasi dari novel karya Jodi Picoult yang berjudul sama, My Sister's Keeper dan adaptasi oleh Jeremy Leven. Film My Sister's Keeper dirilis di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Britania Raya pada 26 Juni 2009.

Pemeran My Sister's Keeper :

Selasa, 24 April 2012

Cara mengurus kartu identitas yang hilang

Dua minggu yang lalu, saat aku tidur, seorang tamu tak diundang masuk ke dalam rumah. Dia berhasil mengambil dompet dan hp ku (anehnya laptop yang q letakkan di samping hp nggak ikut diambil juga, alhamdulilah ya) Uang yang hilang sih nggak seberapa, tapi semua kartu identitasku ikut raib bersama dompet. Terpaksa aku harus pulang ke jogja untuk mengurus semuanya.
Ternyata prosesnya nggak serumit yang kubayangkan. Hanya, memang harus ada niat dan usaha (dan cukup uang tentu saja)
Berikut ini ada cara mengurus kartu-kartu identitas yang hilang. Semua kutulis berdasarkan pengalamanku kemarin.

1. Lapor polisi
Catat secara detail apa saja yang hilang, misal KTP, ingat berapa nomornya, kalau hp seperti apa spesifikasinya. Hal itu untuk memudahkan polisi dalam membuat surat keterangan kehilangan.

2. Membuat KTP
Mendatangi kepala dusun untuk meminta blangko permohonan KTP baru.
Mendatangi kelurahan dan menyerahkan:
- Surat kehilangan dari kepolisian
- Blangko permohonan KTP
-Foto 2x3 sebanyak 3 lembar
Meminta tanda tangan ke kecamatan
Menunggu satu hari. Jadi deh KTP baru. Ow, ya karena membuatnya kilat, mungkin akan dikenakan biaya sebesar 10.000 rupiah

Minggu, 08 April 2012

Go to Goa Jepang & Goa Belanda

Gagal merayu totong dan ario tak mengurungkan niatku dan ayuk untuk ikut teman-teman berpetualang ke hutan juanda yang terletak di daerah Dago Pakar. Di sana terdapat sebuah gua peninggalan jepang yang disebut gua jepang. Menurut guide yang mengantar kami, gua tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian. Terdapat kamar-kamar untuk beristirahat pasukan Jepang. Jangan dibayangkan seperti kamar kita ya. Kamar tersebut berupa sebuah ceruk kecil di dinding. Ada lorong-lorong yang saling berhubungan. Mirip labirin. Hii.. kalo pergi sendiri aku nggak yakin bisa ketemu jalan keluar. Ditambah lagi tidak ada penerangan sama sekali kecuali dari senter yang kami bawa. Ow ya, aura mistis sangat terasa di sana. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya orbs yang tertangkap kamera. (maaf, belakangan lagi tergila-gila sama orbs).
Tak jauh dari goa jepang, terdapat satu goa lagi yang disebut goa Belanda. Sesuai namanya, goa tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Belanda. Berbeda dari goa Jepang  yang dinding dan lantainya masih berupa batu, goa Belanda telah di semen dan di cat. Konon menurut cerita, agar keberadaan goa tersebut tidak diketahui musuh, semua pekerja yang terlibat dalam pembuatan goa tersebut harus dibunuh. Berbeda dari goa jepang, tempat ini bukan hanya untuk bersembunyi melainkan juga penjara, tempat introgasi dan pembantaian.
Selain kedua goa tersebut, masih ada beberapa obyek di kawasan hutan juanda. Tempat tersebut antara lain prasasti dan museum Ir. Juanda. Ada juga sebuah air terjun yang sangat indah dengan jembatan di atasnya. Sayang, karena letaknya yang cukup jauh (sekitar 6km dari goa belanda) dan cuaca yang tidak memungkinkan (hujan), kami terpaksa mengurungkan niat ke sana.    

Ini Goa Jepangnya


Jumat, 06 April 2012

Berburu Orbs

Masih penasaran sama orbs, akhirnya di malam yang galau aku memutuskan untuk berjalan-jalan. Dengan berbekal sebuah kamera pocket dan ditemani sang pawang lelembut (Andhi Ayuk), kami menyusuri jalan Cihampelas. Cukup merinding juga karena jalan mulai lenggang, banyak toko yang telah tutup. Aku mencoba tak menghiraukannya dengan terus memotret bangungan di sekitarku. Hasilnya sangat mengejutkan! Ternyata banyak sekali orbs di sekitar kami. Dari puluhan foto yang kuambil, sebagian besar muncul penampakan orbs. Berikut beberapa diantaranya.
    
Jembatan menuju ciwalk. Lokasi ini menjadi salah satu yang terbanyak kemunculan orbsnya.
(emang sih dilihat dengan mata telanjang aja tempat ini udah serem. Di tambah lagi kalo malam
sepi dan minim penerangan)

Minggu, 01 April 2012

Wops., Penampakan Orbs !

Perhatikan anak panah dibawah ini yang diduga merupakan penampakan orbs. Foto tersebut secara tak sengaja tertangkap kamera. Diambil kemarin malam, saat perjalanan pulang dari acara geek fest, menuju kontrakan. Di situ memang ada satu gank sempit dan gelap yang selalu kami lewati setiap pergi, terutama yang menuju arah Balubur Town Square. Wah, jadi pengen berburu orbs nih.




Sabtu, 31 Maret 2012

I'm at Geek Fest



Buat penyuka desain grafis kayaknya perlu deh dateng ke sini. Bisa nambah wawasan dan inspirasi. Banyak stand yang ditawarkan. Mulai dari stand kaos, film, majalah dan komik. Ada juga game-game seru yang sayang kalo nggak dicoba. Contohnya satu ini ni, tinju maut! Ada juga game berburu hantu, follow the dancer, dan emm.. semacam ular tangga gitu tapi bukan. Apa ya namanya..???

Rabu, 28 Maret 2012

Sleeping Beauty

Dulu nggak pernah suka nonton film apalagi yang made in luar negeri. Bukan apa-apa males aja baca subtitlenya. Tapi semenjak sekamar dengan andhi ayuk yang maniak film, sekarang aku jadi ketularan deh. Temenku itu, saking senengnya sama film, pernah sampai nggak keluar kamar seharian penuh. Berapa film dilahapnya sekaligus. Wow. Aku sih belum segitunya, tapi lumayan antusias juga kalo ada temen bawa film baru. Contohnya film yang satu ini ni yang kudapat kemarin sore, hasil ngrampok dari hardisknya ario murti. Ceritanya lumayan, lumayan membosankan. Menurutku ceritanya flat, banyak rutinitas yang diulang-ulang. Sampai-sampai aku nggak bisa bedain mana permulaan, klimaks dan endingnya. Tau-tau udah muncul credit title aja. Bikin jengkel. But, nggak ada salahnya nonton nih film. Sebagai acuan nih ada sepotong sinopsisnya yang dikutip dari http://spinnwebzine.wordpress.com/2011/09/30/sinopsis-film-2011-sleeping-beauty/    
 Sleeping BeautyBukan uang yang menjadi motivasi utama Lucy (Emily Browning) ketika membuat keputusan besar itu. Ia tidak mundur dari pekerjaan misterius itu karena dorongan rasa ingin tahu. Lucy hanya ingin tahu apa yang dilakukan orang-orang kaya itu sampai-sampai mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah tak sedikit. Lucy memang tertidur dan ia tak sadar apa yang terjadi tapi justru itu yang membuatnya semakin penasaran.
Pekerjaan yang ditawarkan pada Lucy memang sangat aneh. Ia di bawa ke sebuah rumah megah di daerah yang terpencil. Di sana ia lantas diberi obat tidur agar tak sadar selama beberapa jam. Banyak orang kaya yang rela membayar mahal untuk bersama Lucy dalam satu ruangan sementara gadis cantik ini tertidur. Orang-orang kaya ini boleh melakukan apa pun yang mereka mau, tentu saja masih ada beberapa batasan yang harus mereka taati.
Lucy memang butuh uang dan pekerjaan ini menghasilkan cukup banyak uang tanpa harus bersusah payah. Lucy jelas tergiur tapi bukan itu yang jadi masalah. Rasa ingin tahu Lucy semakin menjadi-jadi karena ia tak mengerti kenapa orang-orang kaya itu mau membayar mahal padahal mereka nyaris tak mendapatkan apa-apa. Apa yang sebenarnya terjadi saat Lucy tertidur?

Sabtu, 17 Maret 2012

Macam-macam Gaya Renang


1. Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.


Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.

Jumat, 09 Maret 2012

Sunny

Im Na-Mi (Shim Eun Kyung) adalah murid pindahan dari desa. Meski sedikit kikuk mendapati pergaulan teman-teman barunya di sekolah wanita Jideok yang terletak di pusat kota Seoul, Na-Mi akhirnya bisa beradaptasi. Bahkan diterima sebagai anggota geng di kelas barunya yang dipimpin oleh Ha Chun Hwa (Kang So Ra). Selain Chun Hwa, ada pula Kim Jang Mi (Kim Min Young) yang terobsesi memiliki mata besar, Jin Hee (Park Jin Hoo) yang hobi memaki, Geum Ok (Nam Bo Ra) cewek pecinta sastra yang hiperaktif, Bok Hee (Kim Bo Mi) yang bermimpi memenangkan kontes kecantikan serta Su Ji (Min Hyo Rin), anggota paling cantik diantara semua. Setelah merasa cocok satu sama lain, mereka memberi nama geng itu dengan Sunny. Awalnya persahabatan itu terlihat erat meski diselingi berbagai konflik baik internal maupun eksternal. Namun tidak setelah sebuah kejadian memisahkan mereka semua. 25 tahun kemudian, Na-Mi (Yoo Ho Jeong) sudah menjadi ibu rumah tangga yang begitu mengabdi pada keluarganya. Hingga tanpa sengaja dia bertemu dengan Chun Hwa (Jin Hye Kyung) yang kebetulan menjalani rawat inap pasien kanker disebuah rumah sakit dimana Ibu Na-Mi dirawat. Dalam pertemuan itu, Chun Hwa meminta satu hal pada Na-Mi. Permintaan yang rasanya mustahil tapi tetap Na-Mi lakukan demi persahabatan mereka. Yaitu menyatukan anggota Sunny yang terpecah dan hilang sebelum ajal menjemput Chun Hwa.

Cuma ada satu hal yang mengganjal banget buat aku. Dalam film ini tidak diceritakan Su Ji saat dewasa. Padahal dia karakter favoritku. Beda dari anggota Sunny lainnya, dia sangat pendiam, dingin dan misterius(pertama liat aku lngsung jatuh cinta sm karakter ni). Ow ya, dia juga yang paling cantik di antara yang lain  But, over all film ini keren banget. Mengingatkan pada persahabatan waktu masih sekolah dulu. Nuansa 80an terasa banget disini. Mulai dari setting, lagu, asessoris dan pakaian yang dipakai. Salut deh sama artistiknya. Pokoknya jangan sampai ketinggalan nonton nih film!

Minggu, 19 Februari 2012

Mengenang Pak Christoporus AD


          Kemarin sore saya mendapat kabar mengejutkan dari seorang kawan yang mengatakan bahwa salah satu dosen kami di Politeknik Seni Yogyakarta telah meninggal dunia. Beliau adalah Pak Christoporus AD, dosen yang mengajar mata kuliah Video Shotting dan Editing semester 4 dan 5 lalu, yang sekaligus menjadi dosen pembimbing saya pada saat tugas akhir. Beliau menjadi salah satu dosen favorit saya di kelas. Kami mengenalnya sebagai dosen yang murah senyum dan murah hati, apalagi dalam  memberikan nilai. Saya jadi ingat tugas membuat video klip semester 4 lalu. Pekerjaan kelompok saya boleh dibilang hancur, jauh dari konsep yang saya bayangkan sebelumnya. Bahkan saat tiba waktunya presentasi, kami masih berusaha menyelesaikan tugas di kontrakan Kakin. Padahal Pak Chris dan teman-teman telah menunggu, tak ada satupun dari kelompok kami yang datang. Kami pikir Pak Chris akan marah karena itu, ternyata tidak. Beliau tetap meminta kami datang untuk presentasi meski dengan karya seadanya. Dan taukah kalian, beliau masih mau berbaik hati, memberi nilai B, Baik, meskipun karyanya tak sebaik nilainya. 

Sabtu, 18 Februari 2012

Crazy Little Think Called Love

Belakangan lagi suka sama film-film bertema remaja. Jadi inget masa SMA yang penuh dinamika. Hihi.. Sebenarnya aku agak telat sih, bahkan aku belum gitu 'ngeh' ketika film ini tayang di TV.  Pas aku heboh, ternyata temen-temen dah nonton semua. Sebenarnya ceritanya sederhana sih.., mungkin menjadi pengalaman kita sendiri juga. Tapi justru itu, jadi seperti ada keterikatan batin. Ceritanya tentang seorang cewek yg jatuh cinta sama kakak kelas.Berbagai cara sudah diupayakan, termasuk merubah penampilannya dari gadis buruk rupa sampai ia menjadi cantik dan menjadi idola di sekolahnya. Sayang,ternyata tetep nggak ada respon dari si cowok. Emm..sebenarnya bukan nggak respon sih, tapi karena ada satu dan lain hal sehingga membuat si cowok nggak bisa membalas cinta si cewek.Setelah 9tahun menunggu, akhirnya mereka dapat bersatu. Menonton film ini aku sampai nangis. Jadi inget pengalaman siapa gitu. Tapi emang sih