Rabu, 11 Januari 2012

Sepotong Kayu


Sepotong kayu kau lukai dengan paku. Di punggungnya kau tata aneka hidangan. Ia menyaksikan keserakahanmu. Sembari cemas berharap. Semoga ayam yang tengah kau lahap. Bukan karibnya di kebun dulu.
Beberapa kau jajar di muka rumah. Supaya jelas batas wilayah. Lalu kau  tidur nyenyak. Sementara rasa bersalah mengusiknya siang malam. Barangkali burung-burung sedang bingung mendapati rumahnya hilang.
Sepotong lagi kau pasung dekat pintu. Layu. Mendekap tubuh anak istrimu. Senyum kalian membuatnya kian luka. Diam-diam  diimpikannya. Pulang.
Bertemu lagi dengan daun dan akar

(Maret 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar