Kamis, 28 Desember 2017

Liburan Akhir Tahun di Chinatown ,Bandung

Waah.. minggu ini banyak agenda liburan. Udah kayak orang kantoran aja. Mereka liburan aku juga ikut liburan. Hehee.. habis ya gimana. Ibu rumah tangga kan butuh refreshing juga. Kebetulan banget patner jarambah aku, Karin, lagi libur kerja sampai awal tahun. Fyi, ini adalah moment langka bisa jalan bareng lagi. Semenjak pindah tempat kerja,dia jadi punya hobby baru, lembur. Boro-boro mau ngajakin jalan, di saat orang lain menikmati weekend, dia masih sibuk di kantor. Makanya begitu dia ada waktu luang, kemanapun, aku hayuk aja.
Nah, sebenernya tujuan awal kami adalah mau ke salah satu cafe di daerah Dago atas.  Tapi berhubung perjalananannya jauh, sedangkan perut udah lapar tak tertahankan, kami melipir dulu ke Chinatown, di jalan Kelenteng, Bandung. Kenapa Chinatown dan bukannya warteg atau yang lain? Karena sebenernya kami udah lama pengen ke sini namun belum kesampaian.

Selasa, 26 Desember 2017

Melancong ke Kampung Tulip

Setelah berkali-kali gagal, akhirnya minggu kemarin berhasil juga ngebujuk suami untuk nemenin jalan-jalan ke Kampung Tulip. Bukan di Eropa, Kampung Tulip yang ini letaknya nggak jauh dari tempat kami tinggal yaitu di daerah Ciwastra, Bandung. Akses menuju ke sana juga nggak terlalu sulit kok. Nggak perlu naik-naik gunung seperti wisata sejenis yang banyak ada di daerah Lembang. Justru obyek wisata ini ada di tengah-tengah pemukiman penduduk, lebih tepatnya di komplek perumahan Banyubiru blok H, no. 17. Ya, aku nggak salah tulis, loh! Tempat ini memang ada di komplek perumahan. Sebelumnya nggak kebayang, ya, areal kosong perumahan bisa disulap menjadi tempat wisata seperti ini.
Tiket masuknya pun nggak begitu mahal. Berhubung kami kesana saat liburan, kami harus membayar 12.000 rupiah per orang. Jika kesana saat weekdays, pasti lebih murah lagi.

Jumat, 22 Desember 2017

Cerita Honeymoon 2 ( Menyusuri Jejak Sejarah Pulau Dewata)

Hi! Beberapa waktu lalu aku udah cerita tentang wisata pantai di Bali. Sesuai janji, kali ini aku akan lanjutkan dengan cerita beberapa tempat wisata lain non pantai di Bali yang tidak kalah indah.


1. Museum Bali
Ini adalah museum pertama yang kami kunjungi di Bali. Kebetulan suami punya ketertarikan lebih terhadap museum dan hal-hal yang berbau sejarah. Dulu juga waktu pacaran, kami sering mengunjungi berbagai musium, baik di Jogja maupun Bandung (Bagi kami ngedate di mall sudah terlalu mainstream. Hehe..) Makanya waktu tahu ada musium Bali, kami langsung memasukannya ke dalam list tempat yang wajib dikunjungi.

Rabu, 20 Desember 2017

Best Book of the Year 2017

Belakangan buku terlihat lebih menggiurkan dibanding diskonan baju atau makanan enak. Bedanya dengan makanan enak yang dimakan sedikit demi sedikit agar kelezatannya tidak cepat habis, kalau buku semakin bagus akan semakin cepat kulahap. Anehnya, bukannya kenyang, aku justru semakin lapar. Akhirnya aku membeli buku lagi dan lagi. Begitu seterusnya, seperti lingkaran yang tidak pernah habis.
Menjalani hari-hari di rumah dan jarang ke mana-mana, buku telah menjadi sahabat karibku dan menyelamatkan hidupku dari kebosanan. Nah, sebagai bentuk apresiasi,kebetulan momentnya juga pas di akhir tahun, kali ini aku akan ngerilis daftar buku terbaik yang kubaca selama tahun 2017 ini. Dari belasan buku, aku memilih 3 buku terbaik. Berikut ini daftarnya:

Kamis, 14 Desember 2017

Cerita Honeymoon 1 (Berburu Senja di Pantai Bali)

Yeiiyy.. Akhirnya kesampaian juga nulis catatan perjalanan selama aku liburan di Bali. Tapi berhubung ada banyak tempat yang kukunjungi, jadi kucicil ya, jadi beberapa bagian. Kali ini aku mau cerita tentang keindahan pantainya. Bali ini emang surga bagi pecinta laut. Mulai dari pantai yang ramai hingga yang sepi, yang banyak karang maupun tidak, semua ada. Mau sekedar main pasir atau liat sunset, surfing, snorkling, bisa. Kebetulan sebagian besar tempat yang kami kunjungi adalah pantai. So, aku paling excited untuk cerita tentang ini. Langsung aja deh, berikut beberapa ulasannya:

1.Pantai Kuta

Jumat, 08 Desember 2017

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan.
Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay.
Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki isi kepala yang berbeda.
Ada beberapa hal yang bisa dirubah. Namun ada juga yang tidak. Misalnya 9 karakter yang disebutkan dalam buku eneagram. Itu merupakan anugerah Tuhan yang diberikan sejak lahir yang sulit dirubah. Dari kesembilan karakter itu tidak ada yang terbaik ataupun terburuk. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kita cuma butuh siasat agar bisa berdamai dengan itu. Perlu juga komitmen untuk saling mengerti.

Selasa, 05 Desember 2017

Ombak

Kau mengutuki bebatuan
Sedang aku, tenggelam
dalam gemuruhmu
Di dadaku

Kau menyaksikan keheningan
Sedang aku nyaris karam
Oleh rasa getir
Oleh rahasia yang kutitipkan
Pada palung-palung laut
  
Aku tak ingin berharap
pada yang akan
dan takkan

Kau tetap pengelana laut
Sedang aku harus pulang pada pesisir

Sepotong kayu

Sepotong kayu kau lukai dengan paku. Di punggungnya kau tata aneka hidangan. Ia menyaksikan keserakahanmu. Sembari cemas berharap. Semoga ayam yang tengah kau lahap. Bukan karibnya di kebun dulu.
Beberapa kau jajar di muka rumah. Supaya jelas batas wilayah. Lalu kau  tidur nyenyak. Sementara rasa bersalah mengusiknya siang malam. Barangkali burung-burung sedang bingung mendapati rumahnya hilang.
Sepotong lagi kau pasung dekat pintu. Layu. Mendekap tubuh anak istrimu. Senyum kalian membuatnya kian luka. Diam-diam  diimpikannya. Pulang.
Bertemu lagi dengan daun dan akar


(Maret 2010)

Pada malam natal aku melihat santa clause

Pada malam natal
aku melihat santa clause
Ia keluar dari mesin percetakan dalam jumlah ribuan eksemplar
Wajahnya terpampang manis tanpa kumis
menawarkan produk alat cukur

Di lain hari kutemukan ia berjemur di aspal
Menyebar flayer-flayer bergambar menu natal
Aih, betapa perutnya yang buncit
cermin citarasa tiada tara

Rabu, 29 November 2017

A Happy Wife

Memutuskan untuk berhenti kerja di tengah karier yang menjanjikan bukanlah hal mudah. Banyak juga yang menyayangkan kenapa harus berhenti. Bagiku, yang terpenting aku tahu apa yang benar-benar kuinginkan. Dengan pekerjaan yang kujalani, tidak terbayang bagaimana rasa bersalahnya, ketika suami masih di rumah, pagi-pagi aku harus berangkat kerja lebih dulu. Ketika suami pulang kerja, aku belum tiba di rumah karena masih menyelesaikan pekerjaan kantor. Belum lagi jika nanti sudah punya anak. Aku pernah dengar cerita dari seorang teman kantor. Sebagai wanita karier, pada suatu titik dia merasakan penyesalan. Oh ternyata anakku sudah bisa begini, sudah bisa begitu. Oh, tiba-tiba udah besar aja. Banyak fase perkembangan anak yang terlewat sehingga dia sendiri terkejut dengan apa yang telah dicapai anaknya. Aku tidak ingin hal serupa terjadi padaku. Sejak lama memang aku sudah berniat untuk berhenti bekerja setelah menikah nanti. Kebetulan suami sangat mendukung. Pekerjaannya sebagai pengajar membuatnya sering 'dicurhati' murid-murid. Ia tahu bagaimana kesedihan anak-anak yang kedua orang tuanya sibuk bekerja dan bagaimana dampaknya terhadap anak tersebut. Kami berharap semoga nantinya bisa mencurahkan kasih sayang secara penuh dengan mengurus anak-anak sendiri, tanpa bantuan pengasuh.

Useless Things ( Review dan Tips Berjualan di Carousell )

Belakangan ngerasa kamar aku makin sempit aja. Lemari yang tadinya cukup sekarang udah nggak bisa menampung baju-bajuku.  Akhirnya weekend kemarin aku sempetin buat beberes kosan. Ternyata banyak barang yang sebenernya udah rusak dan nggak aku butuhin lagi tapi masih numpuk aja di lemari. Dari sekian banyak itu juga nemuin barang-barang ajaib, yang aku sendiri sampe lupa kapan pernah membelinya.

       Berikut ini beberapa contoh barang ajaib yang aku punya lengkap dengan sejarahnya:

Selasa, 28 November 2017

Obsesi (Antologi Cerpen)

Judul: Obsesi (Antologi Cerpen Bengkel Sastra 2006)
Penerbit: Balai Bahasa Yogyakarta


Tahun 2006, saya mendapat kesempatan mewakili sekolah untuk mengikuti kegiatan bengkel sastra yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta. Selama kurang lebih 3 bulan saya mengikuti pelatihan menulis dan teater yang dibimbing langsung oleh beberapa sastrawan Indonesia antara lain Mbak Evi Idawati, Mas Landung Simatupang dan Mas Sri Harjanto Sahid.
Di akhir pelatihan, selain mempersiapkan pertunjukan teater kami juga diwajibkan untuk membuat membuat sebuah cerpen yang nantinya akan dimuat dalam antologi bersama.
Antologi tersebut akhirnya diberi judul Obsesi. Terdiri dari 31 cerpen dengan beragam tema. Cerpen saya yang dimuat berjudul "Kembali untuk Pergi", menceritakan tentang seorang gadis yang menunggu kekasihnya pulang."

Beach Outfit Idea





Hello, I am Isyka Syukriya. Born 27 Februari 1990 A happy wife, a dreamer, an interover and melankolis person. Books and movies addict. I also love arts, drawing, writing, fashion, and many more.

Please visit my account:
Instagram : @s.syukriya
Youtube : isyka syukriya
Behance: Siti Syukriya

Selasa, 03 Januari 2017


Kamu masih ingat, kita pernah janjian makan malam
kamu marah karena aku datang terlambat.
Jam makanmu sudah lewat, hidangan sudah dingin,
dan kamu tidak lagi berselera makan
Seperti itu rasanya menunggu