Langsung ke konten utama

Istri Pengen Self Care VS Suami yang Nggak Peka

Aku tergelitik untuk nulis ini karena baca salah satu komentar di Instagramku, yang ngebahas tentang pentingnya para ibu meluangkan waktu untuk self care ( Tonton di sini ).  Kalo ditanya, pasti semua ibu pengen self care -an. Tapi realitanya, boro-boro, mau self care gimana? Udah repot duluan ngurus anak. Belum lagi kalo suami nggak peka 😢  Kayaknya sangat mewakili ibu-ibu banget yaa. Angkat tangan kalo relate ! 🤭 Emang ya, Bun. Setelah punya anak, apalagi masih kecil, mau nyuri waktu self care tuh "menantang" banget. Padahal itu salah satu kebutuhan dasar supaya kita bisa recharge energi. Makanya, penting banget peran suami di sini untuk gantiin take care anak atau bantu pekerjaan rumah selama kita self care . Tapi, banyak istri yang ngerasa suaminya nggak peka, nggak mau bantu.  Tau nggak, kalo sebenarnya kebahagiaan tertinggi seorang laki-laki adalah ketika ia bisa membahagiakan pasangannya. Boleh di kroscek ke suami masing-masing, apa definisi kebahagiaan bagi ...

Dago


Berkunjung ke Dago membuatku teringat pada Vendenbrug di Yogyakarta, kota kelahiranku.Tempat ini adalah tempat nongkrong dan berkumpulnya berbagai komunitas di Bandung. Kalo ingin mengetahui perkembangan fashion terbaru, tempat ini patut dijadikan acuan. Melihat orang lalu-lalang, sepertinya sulit membedakan mana yang artis,yang mirip dan yang bukan artis. Mereka berani mengekspresikan diri lewat dandanan dan pakaian yang dikenakan.Mungkin karena telah menjadi pemandangan sehari-hari, yang melihatpun tidak merasa itu sebagai hal aneh dan berlebihan.
Awalnya aku heran, kenapa Simpang Dago begitu ramai dikunjungi.Obyek yang paling menonjol di tempat ini hanya deretan huruf bertuliskan D-A-G-O warna merah, selebihnya berupa taman yang tak begitu luas. Taman yang terdesak oleh gedung-gedung dan kesemrawutan jalan raya.
Beberapa kali aku telah mengunjungi tempat ini. Melewatkan akhir pekan, melepas senja, menikmati jajanan khas Bandung, juga menyaksikan beragam aktivitas masyarakat, aku mulai memaklumi hal ini sebagai bagian dari kehidupan urban. Seorang teman mengatakan, di perkotaan seperti ini memang sulit mencari spasi hijau dan lahan yang luas. Akhirnya taman seperti di Dago lah yang menjadi rujukan bagi mereka yang ingin melepas penat, sekaligus ajang bersosialisasi setelah satu minggu larut pada kesibukan masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Me Time Mewah Bersama Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Menjadi ibu ternyata nggak seindah apa yang ditampilkan di feeds Instagram. Saking repotnya ngurus anak, diri sendiri jadi nggak keurus. Penampilan awut-awutan , rumah berantakan, banyak kerjaan yang keteteran. Ya apalah aku ini tanpa dayang-dayang.  Imbasnya, semenjak punya anak aku jadi lebih sering uring-uringan. Suami dan anak yang jadi korbannya. Aku sadar sih, selain karena capek, juga karena kurang me time . Pernah sih waktu itu nyobain pergi sendiri untuk me time . Bukannya happy , yang ada malah jadi mellow pengen cepet-cepet pulang ketemu anak.

Berburu Jajanan Pengobat Rindu di Alun-Alun Kidul Jogja

Nggak terasa 8 tahun sudah aku meninggalkan kampung halamanku di Jogja untuk tinggal di Bandung. Banyak hal yang aku kangenin dari Jogja, salah satunya kulinernya. Karena itulah, waktu mudik kemarin, aku puas-puasin berburu makanan yang udah lama kupengenin tapi nggak bisa kudapetin di Bandung.

Drama Baby Blues

Dianugrahi bayi mungil yang lucu tentu menjadi sebuah kebahagiaan bagi tiap pasangan yang sudah menikah. Namun ada sebagian orang, ibu khususnya, yang justru merasakan kesedihan pasca melahirkan. Orang biasa menyebutnya dengan istilah baby blues . Di tingkatan terparahnya malah sampai ada ibu yang berusaha menyakiti anaknya gara-gara syndrome   baby blues  ini. Kayaknya kok nggak mungkin ya, tapi hal itu memang benar adanya. Bahkan menurut riset, 50%-75% wanita dari berbagai belahan dunia mengalaminya, tak terkecuali denganku.