Jumat, 11 Januari 2013

Nasi Bancakan Bandung



Libur tahun baru kemarin aku nemeni Otong cari hape baru di Dukomsel. Selain BEC, Dukomsel merupakan pusat jual beli hape paling kumplit di bandung. Setelah muter-muter lebih dari 3jam, akhirnya dapat juga hp yang Otong inginkan.
Tinggal pertanggung jawaban kami pada rasa capek dan perut kelaparan. Kamipun berjalan sepanjang jalanmenuju gedung sate sambil memikirkan tempat makan di daerah itu. Tiba-tiba Otong teringat rekomend dari temannya,  ada sebuah tempat  makan yang katanya ‘Bandung banget’!
Belum sempat buka google map untuk mencari lokasi tempat tersebut, Otong mengajakku terus berjalan. Ternyata tak butuh banyak langkah, tempat yang dimaksud sangat dekat dengan tempat kami berdiri. Di depan terpampang tulisan besar “Nasi Bancakan”, yang merupakan nama tempat itu. Awalnya aku sudah curiga melihat banyak mobil yang diparkir. Dan benar saja, di depan pintu masuk kami telah disambut dengan antrian yang begitu panjang. Antrian yang langsung mengingatkanku pada pengantri tiket ‘breaking down part 3’ di BIP beberapa waktu lalu. Untunglah, ada Otong di depanku, kami bisa bercanda sehingga capek mengantri tidak terasa. Kami bahkan memanfaatkannya untuk  mengambil foto. Maklum, tempat itu memang cukup unik, apalagi untuk kami yang bukan asli bandung. 




Rumah makan itu mengambil tema bandung tempo dulu. Dari mulai menu, interior dengan anyaman bambu, perabot antik dan poster-poster jadul, hingga peralatan makannya yang terbuat dari besi/seng (itu semua mengingatkanku pada masa kecil di rumah nenek).
Makanan disajikan dengan prasmanan. Mulai dari nasi, lauk hingga minum bisa memilih sendiri, sepuasnya! Nasi disini berupa nasi liwet yang rasanya gurih (mungkin dicampur dengan santan). O ya, karena penasaran aku mencoba pepes telur asin. Seperti halnya pepes ikan, pepes ini juga dibungkus daun pisang, hanya saja isinya telur asin, ada campuran tahunya juga. Rasanya sungguh istimewa! Pilihan minumnya pun macam-macam, salah satunya ada es goyobot, yang juga merupakan khas bandung. Sedangkan untuk camilan, ada kue balok. Bukan berarti keras seperti balok kayu atau es ya. Bentuknya saja yang menyerupai balok. Kalau rasanya... hehe.. aku sendiri belum pernah makan. Kalau penasaran, kita bisa mecicipi sekaligus melihat langsung proses pembuatannya.
Bagi kamu yang berasal dari luar kota dan sedang liburan ke bandung bersama keluarga besar, kusarankan banget untuk mengunjungi ke tempat ini. Tapi kalau kamu pengen ngedate atau nembak cewek di sini saya tidak terlalu menyarankan. Suasananya terlalu ramai dan banyak anak kecil. (atau mungkin karena aku datangnya pas liburan kali ya). But, over all tempat ini cukup menyenangkan, cocok untuk didatangi ramai-ramai. Dan pastinya, harganya cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar