Selasa, 24 April 2012

Cara mengurus kartu identitas yang hilang

Dua minggu yang lalu, saat aku tidur, seorang tamu tak diundang masuk ke dalam rumah. Dia berhasil mengambil dompet dan hp ku (anehnya laptop yang q letakkan di samping hp nggak ikut diambil juga, alhamdulilah ya) Uang yang hilang sih nggak seberapa, tapi semua kartu identitasku ikut raib bersama dompet. Terpaksa aku harus pulang ke jogja untuk mengurus semuanya.
Ternyata prosesnya nggak serumit yang kubayangkan. Hanya, memang harus ada niat dan usaha (dan cukup uang tentu saja)
Berikut ini ada cara mengurus kartu-kartu identitas yang hilang. Semua kutulis berdasarkan pengalamanku kemarin.

1. Lapor polisi
Catat secara detail apa saja yang hilang, misal KTP, ingat berapa nomornya, kalau hp seperti apa spesifikasinya. Hal itu untuk memudahkan polisi dalam membuat surat keterangan kehilangan.

2. Membuat KTP
Mendatangi kepala dusun untuk meminta blangko permohonan KTP baru.
Mendatangi kelurahan dan menyerahkan:
- Surat kehilangan dari kepolisian
- Blangko permohonan KTP
-Foto 2x3 sebanyak 3 lembar
Meminta tanda tangan ke kecamatan
Menunggu satu hari. Jadi deh KTP baru. Ow, ya karena membuatnya kilat, mungkin akan dikenakan biaya sebesar 10.000 rupiah

Minggu, 08 April 2012

Go to Goa Jepang & Goa Belanda

Gagal merayu totong dan ario tak mengurungkan niatku dan ayuk untuk ikut teman-teman berpetualang ke hutan juanda yang terletak di daerah Dago Pakar. Di sana terdapat sebuah gua peninggalan jepang yang disebut gua jepang. Menurut guide yang mengantar kami, gua tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian. Terdapat kamar-kamar untuk beristirahat pasukan Jepang. Jangan dibayangkan seperti kamar kita ya. Kamar tersebut berupa sebuah ceruk kecil di dinding. Ada lorong-lorong yang saling berhubungan. Mirip labirin. Hii.. kalo pergi sendiri aku nggak yakin bisa ketemu jalan keluar. Ditambah lagi tidak ada penerangan sama sekali kecuali dari senter yang kami bawa. Ow ya, aura mistis sangat terasa di sana. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya orbs yang tertangkap kamera. (maaf, belakangan lagi tergila-gila sama orbs).
Tak jauh dari goa jepang, terdapat satu goa lagi yang disebut goa Belanda. Sesuai namanya, goa tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Belanda. Berbeda dari goa Jepang  yang dinding dan lantainya masih berupa batu, goa Belanda telah di semen dan di cat. Konon menurut cerita, agar keberadaan goa tersebut tidak diketahui musuh, semua pekerja yang terlibat dalam pembuatan goa tersebut harus dibunuh. Berbeda dari goa jepang, tempat ini bukan hanya untuk bersembunyi melainkan juga penjara, tempat introgasi dan pembantaian.
Selain kedua goa tersebut, masih ada beberapa obyek di kawasan hutan juanda. Tempat tersebut antara lain prasasti dan museum Ir. Juanda. Ada juga sebuah air terjun yang sangat indah dengan jembatan di atasnya. Sayang, karena letaknya yang cukup jauh (sekitar 6km dari goa belanda) dan cuaca yang tidak memungkinkan (hujan), kami terpaksa mengurungkan niat ke sana.    

Ini Goa Jepangnya


Jumat, 06 April 2012

Berburu Orbs

Masih penasaran sama orbs, akhirnya di malam yang galau aku memutuskan untuk berjalan-jalan. Dengan berbekal sebuah kamera pocket dan ditemani sang pawang lelembut (Andhi Ayuk), kami menyusuri jalan Cihampelas. Cukup merinding juga karena jalan mulai lenggang, banyak toko yang telah tutup. Aku mencoba tak menghiraukannya dengan terus memotret bangungan di sekitarku. Hasilnya sangat mengejutkan! Ternyata banyak sekali orbs di sekitar kami. Dari puluhan foto yang kuambil, sebagian besar muncul penampakan orbs. Berikut beberapa diantaranya.
    
Jembatan menuju ciwalk. Lokasi ini menjadi salah satu yang terbanyak kemunculan orbsnya.
(emang sih dilihat dengan mata telanjang aja tempat ini udah serem. Di tambah lagi kalo malam
sepi dan minim penerangan)

Minggu, 01 April 2012

Wops., Penampakan Orbs !

Perhatikan anak panah dibawah ini yang diduga merupakan penampakan orbs. Foto tersebut secara tak sengaja tertangkap kamera. Diambil kemarin malam, saat perjalanan pulang dari acara geek fest, menuju kontrakan. Di situ memang ada satu gank sempit dan gelap yang selalu kami lewati setiap pergi, terutama yang menuju arah Balubur Town Square. Wah, jadi pengen berburu orbs nih.