Senin, 24 September 2012

Car Free Day, Realy... Realy Free Day!


Wahhh..., emang nggak ada ruginya deh bangun pagi. Apalagi hari Minggu. Soalnya setiap Minggu di Dago ada Car-Free-Day! Di sini masyarakat Bandung tumpah ruah melakukan aktivitas olahraga. Mulai dari joging, sepedaan, ngedance daaaannnn.... ngliatin cowok cakep lagi olahraga juga termasuk olah raga loh! Olah Raga mata. Seru deh pokoknya! Banyak yang bisa dilihat, atraksi cheerleaders, dance, nyanyi, bahkan flashmoob sudah nggak asing lagi di sini. Habis olahraga terus lapar? Tenang, makanan minuman ada sepajang jalan (bayar tapi, yak). Siapa yang nggak tergoda coba, yang menawarkan teteh-teteh geulis, seumuran kita. Kebanyakan malah mahasiswa loh! Sesuatu yang  jarang kulihat saat di Jogja. Mojang Bandung emang kreatif, euy!
Dan, kalo lagi beruntung bisa ketemu artis juga. Makanya, meski belum mandi, yang namanya tampil cantik n wangi tu wajib hukumnya. Soalnya mungkin banget, kita bisa berada di radius sangat dekat dengan artis itu. Bisa peluk, cium, bahkan jambak rambutnya (Asal mau trima resiko dituntut karena tindakan anarkis).  
Kayak yang satu ini, nih. Awalnya aq cuma denger suaranya aja dan sama sekali gak niat untuk nengok sedikit pun.
Trus Totong nyeletuk, “Itu kayak artis, Ti?!”
“Artis dari Hongkong? Orang suaranya fals gituh!” Mau nggak mau aku nengok demi memastikan cowok yang kulihat bukanlah artis.
Susah payah aku mengamatinya, ya, tau sendiri, mataku ini buram kalo ngliat yang jauh-jauh. Tapi emang Tuhan maha adil, untuk nglihat cowok cakep, penglihatanku langsung tajem.
“Niky Tirta!”
Aku langsung lari menembus kerumunan cewek-cewek yang lagi pada histeris. Ya, yang lagi nyanyi di depanku ini beneran Niky Tirta asli, buka KW-an. Tapi suaranya beda banget sama yang biasa kudengar di radio. Tapi yaa...., berhubung artis, ganteng pula, suaranya mau kayak apa, kek, semua jadi bisa dimaklumi.

Sudah hampir habis dua lagu, aku baru tersadar ada yang dari tadi kulupakan. Ketika kutengok, persis dibelakangku, Totong lagi pasang muka manyun, dengan kelopak mata setengah turun, dan pundak yang lunglai, mirip hantu!
“Yuk..yuukk..., pulang, yuk.” Aku berusaha menenangkan hatinya yang barangkali shock berat, berada di tengah histeria cewek-cewek, dan dia satu-satunya cowok di situ.
Kami pun pulang, hatiku riang. Mudah-mudahan minggu depan masih bisa jogging lagi (Modus terselubung adalah... ketemu artis lagi) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar