Minggu, 11 Desember 2011

Dilema TDL

Belum genap sebulan sejak diumumkannya kenaikan tarif dasar listrik sebesar 6-18%, dampak yang diakibatkan sudah cukup terasa meski bukan secara langsung. Hal ini dapat ditandai dengan melonjaknya harga sembako dan kebutuhan pokok lain. Padahal sebenarnya kenaikan TDL hanya ditujukan bagi kalangan menengah atas dan industri, namun rupanya rakyat kecil turut pula menerima imbasnya. Bagaimana tidak, listrik merupakan kebutuhan pokok. Bagi industri sendiri, kenaikan TDL berpengaruh terhadap meningkatnya biaya produksi. Otomatis, harga jual produkpun ikut naik. Meski demikian, produsen tak dapat menetapkan harga terlampau tinggi mengingat persaingan ketat dan minat pembeli yang cenderung menurun. Satu-satunya jalan adalah dengan pemangkasan biaya produksi, yang akhirnya berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Dilematis memang, di sisi lain, tujuan pemerintah menaikkan TDL adalah untuk mengendalikan subsidi sebesar 55,1 triliun. Selama ini subsidi listik diberikan secara merata, baik untuk kalangan mampu maupun tidak mampu. Padahal, pemerintah dan PLN tengah kewalahan menutup biaya operasional yang membengkak dikarenakan kebutuhan listrik masyarakat yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika TDL tetap, maka perlu adanya tambahan subsidi. Bukan tidak mungkin bisa mencapai dua kali lipatnya. Hal ini tentu tidak baik bagi perkembangan ekonomi negara. Subsidi bagi masyarakat mampu seyogyanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti peningkatan sarana prasarana PLN atau dialihkan untuk sektor pembangunan lain.
Akhirnya, tak ada pilihan lagi bagi masyarakat kecuali menjadikan momentum kenaikan TDL sebagai pembelajaran. Ketika TDL murah, masyarakat cenderung boros dalam penggunaan listrik. Sekarang masyarakat dituntut untuk lebih berhemat dan tidak manja. Bayangkan, selama ini masyarakat rela mengeluarkan uang berapapun untuk rokok dan pulsa. Seharusnya masyarakat tak perlu mengeluh dengan kenaikan TDL. Toh, keputusan itu diambil untuk kebaikan bersama. Pihak PLN pun harus konsekwen yaitu dengan terus meningkatkan pelayanan. Semoga, dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, PLN dan masyarakat, dampak kenaikan TDL bisa segera teratasi dan ekonomi negara menjadi lebih baik di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar