Minggu, 11 Desember 2011

Kabar Duka dari Prambanan

Dengarkan baik- baik, relief itu saling berbisik
menggunjingkan sejarah yang telah banyak berubah
Gendhing jawa terasa hampa
Rama dan Shinta bosan bercinta

Siang hari arca dipuja
Malam hari ia mendesah sendiri
mencari puing kuping yang hilang dicuri
Kenapa tuhan dikhianati?

Rasakan daun telingamu bergetar
oleh jerit pilu dari celah batubatu
Shiwa murka, katanya
wisnu dikurung, ia disekap
Brahma diikat!
Prambanan porak poranda kena gempa!

Siapa peduli?!
Bandung masih berdendang
lagu cinta yang tiada berkesudahan
Di bawah sana negrinya berantakan
sisa perang bela negara
ia berdendang sepanjang masa
masih abadi dendamnya

Jonggrang jelita,
dari matanya menetes air mata darah
Seribu kenangan pahit menjadi pondasi
yang tiada lapuk juga ditelan zaman
Hingga ia tetap bertengger arogan

Lihatlah satu relief tak utuh, terserak,
terseok, terbatabata berkata
tak berguna berbangga
yang berjaya pasti ada akhirnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar